Jumat, 25 September 2015

KULIT KERING? WASPADA IRITASI!


Terkadang kesibukan wanita sehari-hari telah menguras banyak waktu dan tenaga serta pikiran, mulai dari pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, pekerjaan sebagai karyawan, maupun sebagai pimpinan di sebuah perusahaan. Ditambah lagi dengan faktor-faktor luar yang sangat mempengaruhi kondisi kulit seperti kemacetan yang membuat stress, polusi dara yang membuat kulit kusam, dan panas matahari yang terik yang membuat kulit menjadi kering.

Ketika selesai dari semua kesibukan yang telah dilalui seharian, tentunya wanita ingin istirahat sejenak, melupakan ketegangan yang terjadi selama perjalanan dan pekerjaannya hari itu. Beberapa sudah cukup rileks hanya dengan mandi dan bertemu dengan anggota keluarga lainnya sehingga bisa bercanda dan tertawa. Beberapa yang lain merasakan kejenuhan yang lebih berat sehingga memerlukan sesuatu yang dapat menyegarkan kembali pikiran dan badan.

Kondisi-kondisi yang seperti itu menjadi salah satu penyebab wanita tidak terlalu memperhatikan kesehatan kulit, sehingga kulit kurang ternutrisi, kurang terawat, menjadi kering, dan lebih lanjut menjadi mudah terkena iritasi.

Iritasi adalah kondisi kulit dimana muncul bercak-bercak kemerahan, rasa gatal, kulit mengelupas, dll yang mengganggu. Kondisi ini disebabkan oleh banyak hal yang melibatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Bahan-bahan yang ungkin mengakibatkan terjadinya iritasi antara lain Sabun mandi, Obat pembersih rumah tangga, Deterjen & pelembut pakaian, Bahan pakaian, Udara panas / dingin serta polusi udara, Bahan lateks, Minyak wangi, Tanaman serbuk, Bahan nikel, Bahan pemicu alergi. Selain itu iritasi juga dapat terjadi karena kontak secara fisik yang menimbulkan perlukaan terhadap lapisan kulit paling atas.


Selain menutrisi kulit dan merawatnya agar selalu dalam kondisi baik (tidak kering), ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit iritasi. Diantaranya adalah : 
1. Tanah Liat
Tanah liat yang belum mengalami proses pengolahan dapat dgunakan untuk mengurangi rasa gatal karena iritasi pada kulit. Caranya dengan mencampurkan beberapa sendok tanah liat dengan air sampai terbentuk pasta seperti selai kacang, lalu diolehkan pasa selembar kain bersih atau kain kasa, setelah itu dibalutkan pada daerah kulit yang terkena iritasi. 
2. Sari Buah Apel
Sari buah apel sangat baik untuk mengembalikan kondisi kulit yang rusak menjadi seperti semua. Kandungan apel yang kaya akan vitamin A sangat baik untuk kulit. Peras sari buah apel secukupnya lalu campurkan dengan sedikit perasan jeruk untuk mencegah terjadinya oksidasi, celupkan kain bersih atau kapas ke dalam sari buah apel, gunakan untuk mengompres kulit yang teriritasi. Lakukan rutin dua kali sehari untuk manfaat yang maksimal. Sari buah apel ini juga dapat digunakan untuk mengencerkan serbuk Lulur Ibu dan digunakan untuk merawat kulit yang teriritasi, namun jangan digosok saat dilakukan pembilasan, biarkan pasta lulur yang telah kering hilang dengan sendirinya saat dibilas dengan air mengalir. 
3. Campuran Tanah Liat dan Sari Buah Apel
Kedua bahan di atas dapat digabungkan penggunaannya dengan mengganti air yang digunakan untuk membentuk pasta tanah liat dengan sari buah apel. Gunakan seperti pada cara nomor satu (1).
4. Kulit Pisang atau Kulit Jeruk
Kulit pisang atau kulit jeruk juga sangat mungkin untuk dijadikan bahan alami untuk mengurangi tanda dan gejala iritasi. Caranya dengan mengoleskan bagian dalam kulit pisang atau kulit jeruk pada area kulit yang teriritasi, setelah itu bilas dengan air hangat untuk merilekskan kulit. 
5. Kulit Semangka
Sama halnya dengan kulit pisang dan kulit jeruk, kulit semangka juga dapat membantu mengurangi tanda dan gejala iritasi pada kulit. Cara penggunaannya pun sama dengan kulit pisang atau kulit jeruk. Dengan kulit semangka ini akan diperoleh sensasi dingin pada kulit.
6. Aloe vera
Aloe vera atau lidah buaya sangat lah mudah ditemui di lingkungan sekitar kita. Khasiatnya untuk kulit juga sudah banyak diketahui salah satunya untuk mengatasi iritasi. Caranya cukup mudah yaitu dengan mengoleskan lendir lidah buaya pada kulit yang mengalami iritasi sebanyak 2 kali sehari untuk proses penyembuhan yang optimal.

Jika kulit Anda termasuk jenis kulit yang sensitif terutama untuk kulit kering, ada baiknya menghindari bahan-bahan yang mungkin menyebabkan iritasi agar tidak bersentuhan dengan kulit. Berikut ini tips mudah untuk menghindari iritasi misalnya dengan: 
1. Menggunakan sarung tangan saat mencuci pakaian atau mencuci piring,
2. Segera mandi dengan sabun yang mild segera setelah keluar dari kolam renang lalu jangan lupa untuk segera menggunakan moisturizer yang mengandung gliserin,
3. Penggunaan minyak ikan juga dapat membantu mengurangi proses rusaknya sel-sel kulit, kandungan asam lemak tak jenuh pada minyak ikan baik untuk kulit iritasi,
4. Mengkondisikan lingkungan sekitar untuk bebas debu dan hal-hal lain yang mungkin menyebabkan iritasi kulit,
5. Menggunakan hand sanitizer yang dapat melembabkan kulit, misalnya mengandung moisturizer atau tidak mengandung alkohol. Karena kandungan alkohol pada hand sanitizer akan mengakibatkan kulit menjadi lebih kering,
6. Menggunakan oatmeal. Oatmeal dihancurkan kemudian digunakan untuk bahan tambahan saat berendam selama 15 menit. Untuk perawatan oatmeal juga dapat dicampurkan dengan serbuk Lulur Ibu untuk mencegah terjadinya iritasi akibat gesekan antara kulit dengan partikel lulur. Kandungan avenanthramides dalam oatmeal akan membantu mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit yang iritasi.
7. Hindari penggunaan kosmetik atau bahan-bahan rumh tangga yang bersifat abrasif yang menjadikan kulit mudah untuk mengelupas.

Menjaga kulit di tengah kesibukan sehari-hari terkadang merupakan hal merepotkan, namun bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Selamat mencoba ^_^
Semoga bermanfaat ^_^
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar