Terkadang kesibukan wanita sehari-hari telah menguras banyak waktu dan tenaga serta pikiran, mulai dari pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, pekerjaan sebagai karyawan, maupun sebagai pimpinan di sebuah perusahaan. Ditambah lagi dengan faktor-faktor luar yang sangat mempengaruhi kondisi kulit seperti kemacetan yang membuat stress, polusi dara yang membuat kulit kusam, dan panas matahari yang terik yang membuat kulit menjadi kering.
Ketika selesai dari semua kesibukan yang telah dilalui
seharian, tentunya wanita ingin istirahat sejenak, melupakan ketegangan yang
terjadi selama perjalanan dan pekerjaannya hari itu. Beberapa sudah cukup
rileks hanya dengan mandi dan bertemu dengan anggota keluarga lainnya sehingga
bisa bercanda dan tertawa. Beberapa yang lain merasakan kejenuhan yang lebih
berat sehingga memerlukan sesuatu yang dapat menyegarkan kembali pikiran dan
badan.
Kondisi-kondisi yang seperti itu menjadi salah satu penyebab
wanita tidak terlalu memperhatikan kesehatan kulit, sehingga kulit kurang
ternutrisi, kurang terawat, menjadi kering, dan lebih lanjut menjadi mudah
terkena iritasi.
Iritasi adalah kondisi kulit dimana muncul bercak-bercak
kemerahan, rasa gatal, kulit mengelupas, dll yang mengganggu. Kondisi ini
disebabkan oleh banyak hal yang melibatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Bahan-bahan yang ungkin mengakibatkan terjadinya iritasi antara lain Sabun mandi, Obat pembersih rumah tangga, Deterjen & pelembut pakaian, Bahan pakaian, Udara panas / dingin serta polusi udara, Bahan lateks, Minyak wangi, Tanaman serbuk, Bahan nikel, Bahan pemicu alergi. Selain itu iritasi juga dapat terjadi karena kontak
secara fisik yang menimbulkan perlukaan terhadap lapisan kulit paling atas.
Selain menutrisi kulit dan
merawatnya agar selalu dalam kondisi baik (tidak kering), ada beberapa hal yang
dapat dilakukan untuk mengatasi kulit iritasi. Diantaranya adalah :
1. Tanah Liat
Tanah liat yang
belum mengalami proses pengolahan dapat dgunakan untuk mengurangi rasa gatal
karena iritasi pada kulit. Caranya dengan mencampurkan beberapa sendok tanah
liat dengan air sampai terbentuk pasta seperti selai kacang, lalu diolehkan
pasa selembar kain bersih atau kain kasa, setelah itu dibalutkan pada daerah
kulit yang terkena iritasi.
2. Sari Buah Apel
Sari buah apel
sangat baik untuk mengembalikan kondisi kulit yang rusak menjadi seperti semua.
Kandungan apel yang kaya akan vitamin A sangat baik untuk kulit. Peras sari
buah apel secukupnya lalu campurkan dengan sedikit perasan jeruk untuk mencegah
terjadinya oksidasi, celupkan kain bersih atau kapas ke dalam sari buah apel,
gunakan untuk mengompres kulit yang teriritasi. Lakukan rutin dua kali sehari
untuk manfaat yang maksimal. Sari buah apel ini juga dapat digunakan untuk
mengencerkan serbuk Lulur Ibu dan digunakan untuk merawat kulit yang
teriritasi, namun jangan digosok saat dilakukan pembilasan, biarkan pasta lulur
yang telah kering hilang dengan sendirinya saat dibilas dengan air mengalir.
3. Campuran Tanah Liat
dan Sari Buah Apel
Kedua bahan di
atas dapat digabungkan penggunaannya dengan mengganti air yang digunakan untuk
membentuk pasta tanah liat dengan sari buah apel. Gunakan seperti pada cara
nomor satu (1).
4. Kulit Pisang atau
Kulit Jeruk
Kulit pisang atau
kulit jeruk juga sangat mungkin untuk dijadikan bahan alami untuk mengurangi
tanda dan gejala iritasi. Caranya dengan mengoleskan bagian dalam kulit pisang
atau kulit jeruk pada area kulit yang teriritasi, setelah itu bilas dengan air
hangat untuk merilekskan kulit.
5. Kulit Semangka
Sama halnya
dengan kulit pisang dan kulit jeruk, kulit semangka juga dapat membantu
mengurangi tanda dan gejala iritasi pada kulit. Cara penggunaannya pun sama
dengan kulit pisang atau kulit jeruk. Dengan kulit semangka ini akan diperoleh
sensasi dingin pada kulit.
6. Aloe vera
Aloe vera atau
lidah buaya sangat lah mudah ditemui di lingkungan sekitar kita. Khasiatnya
untuk kulit juga sudah banyak diketahui salah satunya untuk mengatasi iritasi.
Caranya cukup mudah yaitu dengan mengoleskan lendir lidah buaya pada kulit yang
mengalami iritasi sebanyak 2 kali sehari untuk proses penyembuhan yang optimal.
Jika kulit Anda termasuk jenis
kulit yang sensitif terutama untuk kulit kering, ada baiknya menghindari
bahan-bahan yang mungkin menyebabkan iritasi agar tidak bersentuhan dengan
kulit. Berikut ini tips mudah untuk menghindari iritasi misalnya dengan:
1. Menggunakan sarung
tangan saat mencuci pakaian atau mencuci piring,
2. Segera mandi
dengan sabun yang mild segera setelah keluar dari kolam renang lalu jangan lupa
untuk segera menggunakan moisturizer yang mengandung gliserin,
3. Penggunaan minyak
ikan juga dapat membantu mengurangi proses rusaknya sel-sel kulit, kandungan
asam lemak tak jenuh pada minyak ikan baik untuk kulit iritasi,
4. Mengkondisikan
lingkungan sekitar untuk bebas debu dan hal-hal lain yang mungkin menyebabkan
iritasi kulit,
5. Menggunakan hand
sanitizer yang dapat melembabkan kulit, misalnya mengandung moisturizer atau
tidak mengandung alkohol. Karena kandungan alkohol pada hand sanitizer akan
mengakibatkan kulit menjadi lebih kering,
6. Menggunakan oatmeal.
Oatmeal dihancurkan kemudian digunakan untuk bahan tambahan saat berendam
selama 15 menit. Untuk perawatan oatmeal juga dapat dicampurkan dengan serbuk
Lulur Ibu untuk mencegah terjadinya iritasi akibat gesekan antara kulit dengan
partikel lulur. Kandungan avenanthramides dalam oatmeal akan membantu mengurangi peradangan yang terjadi pada kulit yang iritasi.
7. Hindari penggunaan kosmetik atau bahan-bahan rumh tangga yang bersifat abrasif yang menjadikan kulit mudah untuk mengelupas.
Menjaga kulit di tengah kesibukan
sehari-hari terkadang merupakan hal merepotkan, namun bukan hal yang sulit
untuk dilakukan. Selamat mencoba ^_^
Semoga bermanfaat ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar