Sabtu, 08 Agustus 2015

BAHAN BERBAHAYA DALAM KOSMETIK

Saat ini wanita Indonesia tengah gemar menggunakan produk-produk pemutih baik itu untuk wajah maupun untuk badan. Namun, belum semua wanita peduli apa kandungan dari pemutih yang digunakan. Jika iklan dari suatu produk sangat bagus dah bahkan menyertakan banyak testinomi yang sangat meyakinkan, belum tentu produk tersebut aman untuk Anda gunakan. Produk-produk dengan iklan yang bagus tersebut belum tentu tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, sehingga Anda patut waspada dan selektif untuk memilih yang terbaik.

1. Kortikosteroid
Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasilkan dari reaksi penurunan terpena atau skualena. Pada umumnya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid merupakan obat ampuh dalam mengatasi peradangan dan meredakan nyeri, selain itu steroid langsung bekerja pada kimiawi otak juga bermanfaat untuk meningkatkan mood.

Seseorang yang tidak mengalami peradangan tetapi menggunakan steroid dapat mengakibatkan timbulnya efek samping antara lain menekan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan risiko terjadinya infeksi. Untuk penggunaan di permukaan kulit ada 2 efek samping terbesar yaitu penipisan kulit dan efek sistemik yaitu supresi HPA-axis dan sindrom Cushing.

Dengan efek samping seperti ini, digunakan oleh beberapa orang sebagai krim pemutih karena dengan penipisan kulit, maka seolah terjadi perubahan pigmenasi kulit dan kulit menjadi lebih putih. Berikut ini adalah efek samping penggunaan steroid dalam jangka waktu yang lama:

a. Kulit menipis
b. Muncul garis-garis seperti stretchmark
c. Pelebaran kapiler pembuluh darah, tampak seperti urat-urat halus di kulit
d. Bercak merah seperti gigitan nyamuk, namun gigitan nyamuk lebih merah
e. Kelainan kulit menyerupai jerawat
f.  Pertumbuhan rambut/ bulu bulu di kulit makin banyak
g. Bercak putih pada kulit
h. Peradangan kulit sekitar mulut
i.  Kulit rentan terhadap infeksi karena penurunan kekebalan.

2. Merkuri
Perlu diingat bahwa pada umumnya, pemutih kulit membuat produksi melanin berkurang sehingga menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Dalam jangka panjang penggunaannya dapat menyebabkan penuaan dini dan kanker kulit. Dengan berkurangnya kadar melanin, dampak sinar ultraviolet terhadap kulit meningkat. Paparan sinar UV yang berlebihan mempercepat terjadinya keriput serta berpotensi memicu kanker kulit.

Merkuri atau air raksa adalah logan yang pada kondisi normal berbentuk cairan berwarna abu-abu yang tidak berbau dan tidak larut dalam air maupun alkohol namun larut dalam asam nitrat, asam sulfur panas , dan lipid atau lemak. Merkuri adalah bahan aktif yang berdampak dalam pengelupasan kulit terluar. Dalam jangka panjang, penggunaannya dapat menyebabkan:
a. Rusaknya fungsi ginjal, sistem syaraf, dan timbul masalah psikologis
b. Kelainan fungsi otak pada janin dari ibu pengguna pemutih berbahan merkuri.

3. Hidrokuinon
Hidrokuinan adalah bahan kimia yang digunakan pada proses cuci cetak foto dan berguna sebagai zat penstabil dalam minyak, cat, pernis, serta bahan bakar kendaraan. Hidrokuinon sejak tahun 2008 tidak diperbolehkan lagi untuk diedarkan dalam bentuk kosmetik. Penggunaan hidrokuinan dalam kadar tinggi atau dalam waktu yang lama dapat memicu:
a.  Hiperpigmentasi. Yaitu menggelapnya warna kulit akibat pertambahan kadar melanin. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya bercak-bercak hitam di kulit.
b.  Vitiligo. Yaitu menghilangnya pigmen kulit secara keseluruhan akibat matinya sel melanosit, penghasil melanin. Ciri utama vitiligo adalah munculnya bercak-bercak putih pada kulit.
c.  Okronosis eksogen. Yaitu kulit menjadi berwarna biru kehitaman, umumnya disebabkan oleh penumpukan homogentisic acid (penyakit alkaptonuria)

4. Asam Retinoat
Asam retinoat adalah bentuk asam dan bentuk aktif dari vitamin A (retinol), biasa disebut juga tretinoin. Bahan ini biasa digunakan untuk pengobatan jerawat dan sekarang banyak dipakai untuk mengatasi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari dan untuk pemutih. Pada penggunaan topikal, asam retinoat dapat menyebabkan iritasi kulit seperti kulit terbakar, terutama untuk mereka yang berkulit sensitif. Selain itu asam retinoat ini juga mengakibatkan kecacatan pada janin misalnya hidrosephalus, kecacatan telinga, gangguan jantung, sampai penurunan intelegensia.

Dari penjelasan di atas, kita harus lebih jeli dalam memilih kosmetik. Perhatikan pula apa saja kandungan yang ada dalam kosmetik terutama asam retinoat, munurut sumber, asam retinoat masih “boleh” digunakan asal kondisi kulitmya tidak sensitif, tidak sedang hamil atau merencanakan kehamilan, dan tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Jadi, telitilah sebelum membeli. Baca komposisi kosmetik yang akan digunakan, kenali kondisi diri Anda.

Semoga bermanfaat ^_^
Diambil dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar