Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker esofagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.
Rokok setidaknya memiliki 4000 zat berbahaya terutama pada
asapnya. Selain 4000 zat berbahaya tersebut ada juga zat lain seperti nikotin
dan kanbonmonoksida. Lalu benarkah banyak zat berbahaya? Jika memang berbahaya
mengapa banyak perokok yang masih bisa menikmati usia tua? Mengapa masih banyak
perokok wanita yang tampil cantik? Terutama lagi mengapa pemerintah masih
“membuka” peluang untuk produksi dan distribusi rokok di negara kita tercinta?
1. Karbonmnoksida atau CO merupakan salah satu
kandungan asap rokok. Sifatnya yang dapat berikatan kuat dengan darah (sekitar
200x lebih kuat daripada ikatan darah dengan oksigen) menyebabkan tempat ikatan
oksigen atau O2 dalam darah dapat dengan mudah direbutnya. Perampasan tempat
ikatan ini dapat mengakibatkan terjadinya vasokonstriksi pembuluh darah
sehingga memunculkan penyakit kulit, warna kulit berubah, kelembaban kulit
menurun, kemulusan kulit berkurang, dan kekencangan kulit juga berkurang.
2. Nikotin menyebabkan pembuluh darah halus
mengkerut. Hal ini terjadi karena nikotin memicu pembentukan plak-plak di
dinding pembuluh darah. Dengan demikian maka kulit akan kekurangan asupan yang
seharusnya dibawa oleh darah melalui pembuluh darah tersebut, akibatnya kulit
menjadi kusam dan pucat.
3. Zat aldehid dalam rokok merangsang cross
linked reaction antara molekul penting pembentuk kulit yang mengakibatkan
elastin menjadi kaku dan kolagen mengendur. Elastin yang menjadi kaku ini
menyebabkan kulit menjadi tidak kenyal dan kolagen mengendur menyakibatkan
kulit tidak lagi kencang. Keduanya memungkinkan terjadinya keriput atau
garis-garis pada kulit.
4. Zat benzopyrene dalam rokok akan merampas
vitamin C yang masuk ke dalam tubuh dimana 1 batang rokok dapat merusak
sebanyak 25 gram vitamin C. Meskipun kebutuhan vitamin C harian kita tidak
begitu besar, namun perusakan ini akan berakibat pada penurunan fungsi vitamin
C sebagai penangkal radikal bebas yang nantinya dapat menggerogoti sel-sel
sehat. Selain itu fungsi vitamin C untuk memproduksi kolagen juga akan
terhambat. Akibatnya kulit akan cepat keriput dan terlihat tua.
5. Nikotin juga akan meninggalkan noda di kulit
dan di gigi meskipun tidak langsung terlihat pada 1-2x merokok. Hasil yang
langsung terlihat pada perokok adalah mata sembab.
6. Saat Anda menghirup rokok dalam-dalam, secara tidak sadar
Anda akan mengernyitkan sudut-sudut luar mata Anda dan juga
mengatupkan bibir dalam-dalam.
Kedua aktivitas tersebut memperburuk/mempertegas gambaran kerutan-kerutan kulit pada sudut luar
mata dan juga kerutan-kerutan kulit di sekitar bibir. Untuk Anda yang memutuskan ingin melakukan prosedur peremajaan wajah, hal ini tentunya menjadi kontradiksi: di saat Anda
akan berepot-repot menjalani
prosedur operatif, Anda justru tidak
menghindari hal-hal yang memperburuk
kerutan yang ada.
7. Tumbuhnya komedo dan jerawat. Ketahuilah bahwa asap
rokok bisa menyebabkan jerawat dan komedo. Kotoran dan debu akan tinggal di dalam kulit sehingga kulit sulit
untuk bernapas dan menyebabkan jerawat serta komedo.
8. Kanker kulit. Sudah diingatkan bahwa merokok
bisa menyebabkan kanker dan bahaya kesehatan lainnya. Dilansir dari Boldsky.com, para peneliti menunjukkan bahwa bagian
kulit yang sering terpapar langsung oleh rokok dan asapnya berpotensi lebih
besar terkena kanker kulit. Kanker ini juga bisa menyeang
bibir atau mulut si perokok.
Demikian sedikit dari banyaknya efek berbahaya merokok. Efek ini tidak hanya dapat terjadi pada perokok aktif namun juga pada perokok pasif.
Demikian sedikit dari banyaknya efek berbahaya merokok. Efek ini tidak hanya dapat terjadi pada perokok aktif namun juga pada perokok pasif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar