Selasa, 11 Agustus 2015

BAHAYA ROKOK UNTUK KECANTIKAN KULIT


Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker esofagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.

Rokok setidaknya memiliki 4000 zat berbahaya terutama pada asapnya. Selain 4000 zat berbahaya tersebut ada juga zat lain seperti nikotin dan kanbonmonoksida. Lalu benarkah banyak zat berbahaya? Jika memang berbahaya mengapa banyak perokok yang masih bisa menikmati usia tua? Mengapa masih banyak perokok wanita yang tampil cantik? Terutama lagi mengapa pemerintah masih “membuka” peluang untuk produksi dan distribusi rokok di negara kita tercinta?

Merokok kini memang masih banyak dilakukan di Indonesia. Penikmatnya bahkan tidak hanya dari orang laki-laki dewasa, anak-anak dan wanita juga banyak yang menikmatinya. Di Indonesia telah dimulai kampanye tentang merokok dengan menyisipkan gambar-gambar akibat merokok pada kemasannya. Namun tetap saja peminatnya tidak berkurang. Berikut ini adalah dampak negatif rokok bagi kecantikan kulit.

1.  Karbonmnoksida atau CO merupakan salah satu kandungan asap rokok. Sifatnya yang dapat berikatan kuat dengan darah (sekitar 200x lebih kuat daripada ikatan darah dengan oksigen) menyebabkan tempat ikatan oksigen atau O2 dalam darah dapat dengan mudah direbutnya. Perampasan tempat ikatan ini dapat mengakibatkan terjadinya vasokonstriksi pembuluh darah sehingga memunculkan penyakit kulit, warna kulit berubah, kelembaban kulit menurun, kemulusan kulit berkurang, dan kekencangan kulit juga berkurang.

2. Nikotin menyebabkan pembuluh darah halus mengkerut. Hal ini terjadi karena nikotin memicu pembentukan plak-plak di dinding pembuluh darah. Dengan demikian maka kulit akan kekurangan asupan yang seharusnya dibawa oleh darah melalui pembuluh darah tersebut, akibatnya kulit menjadi kusam dan pucat.

3.  Zat aldehid dalam rokok merangsang cross linked reaction antara molekul penting pembentuk kulit yang mengakibatkan elastin menjadi kaku dan kolagen mengendur. Elastin yang menjadi kaku ini menyebabkan kulit menjadi tidak kenyal dan kolagen mengendur menyakibatkan kulit tidak lagi kencang. Keduanya memungkinkan terjadinya keriput atau garis-garis pada kulit.

4. Zat benzopyrene dalam rokok akan merampas vitamin C yang masuk ke dalam tubuh dimana 1 batang rokok dapat merusak sebanyak 25 gram vitamin C. Meskipun kebutuhan vitamin C harian kita tidak begitu besar, namun perusakan ini akan berakibat pada penurunan fungsi vitamin C sebagai penangkal radikal bebas yang nantinya dapat menggerogoti sel-sel sehat. Selain itu fungsi vitamin C untuk memproduksi kolagen juga akan terhambat. Akibatnya kulit akan cepat keriput dan terlihat tua.

5.  Nikotin juga akan meninggalkan noda di kulit dan di gigi meskipun tidak langsung terlihat pada 1-2x merokok. Hasil yang langsung terlihat pada perokok adalah mata sembab.

6.  Saat Anda menghirup rokok dalam-dalam, secara tidak sadar Anda akan mengernyitkan sudut-sudut luar mata Anda dan juga mengatupkan bibir dalam-dalam. Kedua aktivitas tersebut memperburuk/mempertegas gambaran kerutan-kerutan kulit pada sudut luar mata dan juga kerutan-kerutan kulit di sekitar bibir. Untuk Anda yang memutuskan ingin melakukan prosedur peremajaan wajah, hal ini tentunya menjadi kontradiksi: di saat Anda akan berepot-repot menjalani prosedur operatif, Anda justru tidak menghindari hal-hal yang memperburuk kerutan yang ada.

7. Tumbuhnya komedo dan jerawat. Ketahuilah bahwa asap rokok bisa menyebabkan jerawat dan komedo. Kotoran dan debu akan tinggal di dalam kulit sehingga kulit sulit untuk bernapas dan menyebabkan jerawat serta komedo. 

8. Kanker kulit. Sudah diingatkan bahwa merokok bisa menyebabkan kanker dan bahaya kesehatan lainnya. Dilansir dari Boldsky.com, para peneliti menunjukkan bahwa bagian kulit yang sering terpapar langsung oleh rokok dan asapnya berpotensi lebih besar terkena kanker kulit. Kanker ini juga bisa menyeang bibir atau mulut si perokok.

Demikian sedikit dari banyaknya efek berbahaya merokok. Efek ini tidak hanya dapat terjadi pada perokok aktif namun juga pada perokok pasif.


Diambil dari berbagai sumber.

Semoga bermanfaat ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar