Senin, 23 Februari 2015

PERBEDAAN SUNTIK VITAMIN C, SUNTIK BOTOX, DAN SUNTIK FILLER (DERMA FILLER)




Di antara ketiga jenis treatment untuk kecantikan modern yang disebutkan di judul, manakah yang paling aman??? Mana yang lebih direkomendasikan oleh dokter???

Jawabannya adalah : TIDAK ADA. Tidak ada satupun dari ketiganya yang disarankan oleh dokter kulit untuk mendapatkan kulit yang berseri, kenyal, elastis, dan selalu tampil muda.
Mengapa???

Yuk kita simak penjelasannya satu per satu.... ^_^

SUNTIK VITAMIN C
Sebenarnya apa sih suntik vitamin C itu? Suntik vitamin C adalah cara untuk memasukkan asam askorbat ke dalam tubuh melalui pembuluh darah (vena) baik dalah dosis rendah maupun dosis tinggi (namun lebih banyak dijumpai dosis tinggi). Maksud dari pemberian melalui vena ini adalah untuk mencapai efektivitas kerja vitamin C di dalam tubuh. Hal ini dianalogikan dengan obat-obat lain yang ketika diberikan secara injeksi atau suntikan maka akan lebiih berkhasiat. Namun, pada kenyataannya, pemberian vitamin C melalui vena juga tidak luput dari pengurangan dosis karena setelah masuk dalam darah, sebagian besar dosis vitamin C akan masuk ke organ-organ yang dilewati oleh darah dan hanya sedikit yang mencapai kulit.

Suntik vitamin C ini berfungsi untuk membuat kulit lebih halus, putih, dan tampak muda. Hal ini karena funsi vitamin C sebagai antioksidan dan sebagai faktor pembentukan kolagen. Pemberiannya (dosis dan intervalnya) bervariasi sesuai kondisi individu, sesuai dengan pengamatan dokter. Dengan pemakaian suntik vitamin C ini harus dilakukan secara berulang, dan jika berhenti, maka kulit kembali menjadi seperti sedia kala. Keamanan dari suntik vitamin C ini sendiri belum diketahui secara pasti, sehingga jika Anda ragu dengan keamannya meskipun tergiur dengan khasiatnya, pikirkan lagi untuk mencoba menggunakannya. Selain karena faktor cara pemberiannya (melalui vena, maka harus dilakukan oleh ahli karena risikonya yang besar), penggunaan suntik vitamin C ini juga harus memperhatikan kesehatan organ salah satunya ginjal. Dosis yang tersisa (tidak diperluka oleh tubuh) maka akan dibuang melalui ginjal, semakin banyak yang harus dibuang maka semakin berat kerja ginjal, sehingga pemberian vitamin C ini tidak diperbolehkan untuk individu yang memiliki masalah ginjal. Dan pemberiannya pada individu sehat juga harus disertai konsumsi air putih sebanyak 2-3 liter per hari.

SUNTIK BOTOX
Suntik botox ini adalah injeksi toksin botulinum yang terbentuk dalam proses anaerob dalam makanan kaleng. Toksin ini merupakan jenis protein neurotoksin (racun yang menyerang syaraf). Toksin ini pernah mengakibatkan kematian karena penyebab sekunder seperti kegagalan pernafasan karena otot-otot jantung mengalami kelumpuhan.

Pada suntik botox untuk tujuan kecantikan, sasaran yang dituju adalah otot-otot di daerah wajah (wajah adalah yang paling umum disuntik botox). Fungsinya adalah untuk merilekskan otot pada wajah. Jika otot rileks (dilatasi) maka akan mengurangi kerutan di permukaan kulit. Daerah kerjanya hanya sejauh 1 cm dari titik penyuntikan, sehingga akan diperlukan beberapa kali suntikan jika targetnya lebih luas.

Berbeda dengan suntik vitamin C, suntik botox ini hanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik atau dokter spesialis kulit. Dosis dan pemberiannya pun disesuaikan dengan kondsi individu yang akan menggunakannya.

Berikut ini adalah efek samping yang dapat disebabkan oleh suntik botox :
1. Sakit kepala
2. Infeksi pernapasan 
3. Flu 
4. Syndrome Blepharoptosis (kelopak mata yang terkulai) 
5Mual 
6. Wajah kemerahan

SUNTIK FILLER (DERMA FILLER)
Derma filler ini belum banyak diketahui oleh orang, namun praktiknya telah dilakukan oleh banyak ahli bedah plastik di Amerika. Derma filler adalh injeksi asam hyaluronat yang akan memperbaiki kerutan di wajah agar wajah menjadi lebih halus tanpa kerut. Di Indonesia sendiri belum banyak dokter atau rumah sakit maupun klinik yang menyediakan layanan ini.

Derma filler atau disebut juga dengan “injectables” atau :soft-tissue fillers” hanya bekerja sesuai dengan sebuatan tersebut. Filler ini mengisi area di bawah kulit (jaringan lunak). Ada beberapa macam produk yang tersedia untuk tujuan derma filler, ada yang alami, ada pula yang sintetik. Namun, kedua jenis filler ini bekerja dengan meningkatkan penampilan kulit yang telah mengalami proses penuaan dengan cara berikut ini: 
1.  Mengisi kerutan, garis-garis halus, maupun lipatan-lipatan yang dalam pada kulit. 
2. Memperbaiki cacat pada kulit seperti bekas luka, bekas cacar, dll. 
3. Mengisi bibis yang tipis atau yang berkerut agar lebih bervolume dan halus. 
4. Menaikkan pipi. 
5. Membentuk garis rahang dan area lain pada wajah

Sebagai mana jenis suntikan lain, suntik filler ini juga memiliki risiko, jika setelah melakukan suntikan ini dirasakan cocok maka aka perlu dilakukan pengulangan agar hasilnya akan terus terlihat di wajah Anda. Karena senawa yang terkandung dalam suntik filler ini secara perlahan akan terserap ke dalam tubuh, tidak selamanya berada di jaringan lunak, maka jika penggunaannya dihentikan wajah akan kembali seperti semula. Sedangkan jika hasilnya setelah pemberian suntik ini tidak memuaskan, tidak dapat langsung dibuang, melainkan harus menunggu selama beberapa bulan.

Mengingat risiko-risiko yang ada dari setiap tindakan pemberian suntik vitamin C, suntik botox, maupun suntik filler, maka dokter lebih menyarankan pola hidup sehat dan menggunakan zat-zat alami yang telah jelas keamannya. Yang alami memang tidak instan, namun akan lebih baik untuk kesehatan jangka panjang dan yang paling utama lagi adalah lebih bersahabat dalam hal biaya. ^_^
Semoga bermanfaat ^_^


Dikutip dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar