Di antara ketiga jenis treatment untuk kecantikan modern
yang disebutkan di judul, manakah yang paling aman??? Mana yang lebih
direkomendasikan oleh dokter???
Jawabannya adalah : TIDAK ADA. Tidak ada satupun dari
ketiganya yang disarankan oleh dokter kulit untuk mendapatkan kulit yang
berseri, kenyal, elastis, dan selalu tampil muda.
Mengapa???
Yuk kita simak penjelasannya satu per satu.... ^_^
SUNTIK VITAMIN C
Sebenarnya apa sih suntik vitamin C itu? Suntik vitamin C
adalah cara untuk memasukkan asam askorbat ke dalam tubuh melalui pembuluh darah
(vena) baik dalah dosis rendah maupun dosis tinggi (namun lebih banyak dijumpai
dosis tinggi). Maksud dari pemberian melalui vena ini adalah untuk mencapai
efektivitas kerja vitamin C di dalam tubuh. Hal ini dianalogikan dengan
obat-obat lain yang ketika diberikan secara injeksi atau suntikan maka akan
lebiih berkhasiat. Namun, pada kenyataannya, pemberian vitamin C melalui vena
juga tidak luput dari pengurangan dosis karena setelah masuk dalam darah,
sebagian besar dosis vitamin C akan masuk ke organ-organ yang dilewati oleh
darah dan hanya sedikit yang mencapai kulit.
Suntik vitamin C ini berfungsi untuk membuat kulit lebih
halus, putih, dan tampak muda. Hal ini karena funsi vitamin C sebagai
antioksidan dan sebagai faktor pembentukan kolagen. Pemberiannya (dosis dan
intervalnya) bervariasi sesuai kondisi individu, sesuai dengan pengamatan
dokter. Dengan pemakaian suntik vitamin C ini harus dilakukan secara berulang,
dan jika berhenti, maka kulit kembali menjadi seperti sedia kala. Keamanan dari
suntik vitamin C ini sendiri belum diketahui secara pasti, sehingga jika Anda
ragu dengan keamannya meskipun tergiur dengan khasiatnya, pikirkan lagi untuk
mencoba menggunakannya. Selain karena faktor cara pemberiannya (melalui vena,
maka harus dilakukan oleh ahli karena risikonya yang besar), penggunaan suntik
vitamin C ini juga harus memperhatikan kesehatan organ salah satunya ginjal.
Dosis yang tersisa (tidak diperluka oleh tubuh) maka akan dibuang melalui
ginjal, semakin banyak yang harus dibuang maka semakin berat kerja ginjal,
sehingga pemberian vitamin C ini tidak diperbolehkan untuk individu yang
memiliki masalah ginjal. Dan pemberiannya pada individu sehat juga harus
disertai konsumsi air putih sebanyak 2-3 liter per hari.
SUNTIK BOTOX
Suntik botox ini adalah injeksi toksin botulinum yang
terbentuk dalam proses anaerob dalam makanan kaleng. Toksin ini merupakan jenis
protein neurotoksin (racun yang menyerang syaraf). Toksin ini pernah
mengakibatkan kematian karena penyebab sekunder seperti kegagalan pernafasan
karena otot-otot jantung mengalami kelumpuhan.
Pada suntik botox untuk tujuan kecantikan, sasaran yang
dituju adalah otot-otot di daerah wajah (wajah adalah yang paling umum disuntik
botox). Fungsinya adalah untuk merilekskan otot pada wajah. Jika otot rileks
(dilatasi) maka akan mengurangi kerutan di permukaan kulit. Daerah kerjanya
hanya sejauh 1 cm dari titik penyuntikan, sehingga akan diperlukan beberapa
kali suntikan jika targetnya lebih luas.
Berbeda dengan suntik vitamin C, suntik botox ini hanya
dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik atau dokter spesialis kulit.
Dosis dan pemberiannya pun disesuaikan dengan kondsi individu yang akan
menggunakannya.
Berikut ini adalah efek samping yang dapat disebabkan oleh
suntik botox :
1. Sakit kepala
2. Infeksi pernapasan
3. Flu
4. Syndrome Blepharoptosis (kelopak mata yang terkulai)
5. Mual
6. Wajah kemerahan
SUNTIK FILLER (DERMA FILLER)
Derma filler ini belum banyak diketahui oleh orang,
namun praktiknya telah dilakukan oleh banyak ahli bedah plastik di Amerika.
Derma filler adalh injeksi asam hyaluronat yang akan memperbaiki kerutan di
wajah agar wajah menjadi lebih halus tanpa kerut. Di Indonesia sendiri belum
banyak dokter atau rumah sakit maupun klinik yang menyediakan layanan ini.
Derma filler atau disebut juga dengan “injectables”
atau :soft-tissue fillers” hanya bekerja sesuai dengan sebuatan tersebut.
Filler ini mengisi area di bawah kulit (jaringan lunak). Ada beberapa macam
produk yang tersedia untuk tujuan derma filler, ada yang alami, ada pula yang
sintetik. Namun, kedua jenis filler ini bekerja dengan meningkatkan penampilan
kulit yang telah mengalami proses penuaan dengan cara berikut ini:
1. Mengisi kerutan, garis-garis halus, maupun lipatan-lipatan yang dalam pada
kulit.
2. Memperbaiki cacat pada kulit seperti bekas luka, bekas cacar, dll.
3. Mengisi bibis yang tipis atau yang berkerut agar lebih bervolume dan halus.
4. Menaikkan pipi.
5. Membentuk garis rahang dan area lain pada wajah
Sebagai mana jenis suntikan lain, suntik filler ini
juga memiliki risiko, jika setelah melakukan suntikan ini dirasakan cocok maka
aka perlu dilakukan pengulangan agar hasilnya akan terus terlihat di wajah
Anda. Karena senawa yang terkandung dalam suntik filler ini secara perlahan
akan terserap ke dalam tubuh, tidak selamanya berada di jaringan lunak, maka
jika penggunaannya dihentikan wajah akan kembali seperti semula. Sedangkan jika
hasilnya setelah pemberian suntik ini tidak memuaskan, tidak dapat langsung
dibuang, melainkan harus menunggu selama beberapa bulan.
Mengingat risiko-risiko yang ada dari setiap tindakan
pemberian suntik vitamin C, suntik botox, maupun suntik filler, maka dokter
lebih menyarankan pola hidup sehat dan menggunakan zat-zat alami yang telah
jelas keamannya. Yang alami memang tidak instan, namun akan lebih baik untuk
kesehatan jangka panjang dan yang paling utama lagi adalah lebih bersahabat
dalam hal biaya. ^_^
Semoga bermanfaat ^_^
Dikutip dari
berbagai sumber.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar